Cerpen ku "CINTA YANG TAK PERNAH TERBALASKAN"
CINTA YANG TAK PERNAH TERBALASKAN
Sejak tahun pertama di SMP aku telah
mengenalmu, bahkan aku pernah duduk bersamamu di tahun pertama itu, namun
perasaanku ke kamu masih biasa saja, taka da rasa suka, sayang maupun cinta,
aku hanya menganggap kamu adalah temanku. Namun, semua itu berubah semenjak
kita menginjak semester 4 di SMP ini. Saat itu kamu membantuku untuk
menyelesaikan tugas bahasa Indonesia yang mengharuskan untuk meringkas isi dari
sebuah novel, dan kamu meminjamkan aku sebuah novel. “Risa sayang, tolong bantu
mamah di dapur”, seketika itu aku terbangun dari lamunanku dan segera pergi ke
dapur untuk membantu orang yang telah merawat aku selama ini. “ya mah”. “Risa,
tolong kamu cuci piring – piring itu”, aku pun menjawab Baik mah”.
Selesai membantu mamahku di dapur, kemudian
Risa bergegas untuk kembali lagi ke dalam kamar kesayangannya untuk mengerjakan
tugas – tugas sekolahnya. Dia membaca novel yang dia pinjam dari teman
sekelasnya yaitu Putra. Risa segera mengerjakan tugas – tugasnya dan kemudian
HP Risa bergetar menandakan bahwa ada sms yang masuk. Ternyata itu dari Putra.
“Ris, km lg ap? Udh garap PR bahasa Indonesia belum?”, Risa dengan cepatnya
membalas sms itu, “Ak lgi grap, kl km si?”. Kurang dari setengah menit sudah
ada balesan dari Putra “buku itu punya sodaraku, jadi jangn sampe ilang, karena
buku itu kado dari pacarnya sodaraku”. Risa membalas “Iya bawel, aku gak akan
ngilangin ko, makasih udah mau minjemin ak”.
Setelah kejadian Putra meminjamkan novel
kepada Risa, hampir setiap malam mereka berdua saling mengirim SMS, baik curhat
masalah disekolah ataupun apa saja. Terkadang mereka berkirim sms hingga jam 11
malam. Dengan sifat cueknya Putra kepada para gadis di kelasnya itu membuat
rasa penasaran Risa muncul. Risa mulai mendekati Putra, namun awalnya cuma
hanya untuk menenangkan rasa penasarannya tetapi rasa itu berubah seiring
dengan berjalannya waktu, entah sejak kapan Risa menjadi suka kepada Putra.
Hingga pada suatu hari Risa bisa menebak siapa sebenarnya perempuan yang
disukai oleh Putra. Perempuan itu adalah Syifa dari kelas c, dia putih, cantik,
dan ramah. Karena Risa bisa menebak siapa yang disukai oleh Putra sehingga
semenjak saat itu Putra jadi sering menceritakan curahan hatinya kepada Risa.
Ada perasaan kecewa dihati Risa mengetahui
bahwa sang pujaan hatinya menyukai perempuan lain yang jauh lebih baik dan
cantik dibandingkan dirinya. Risa hanya mampu memberikan nasehat – nasehat
kepada Putra. Hinga pada suatu hari Putra bercerita kalau dia sudah bisa
mendapatkan hatinya Syifa. Disinilah Risa patah hati kepada Putra, namun Risa
masih tetap menjaga hubungan pertemanan mereka. Walaupun Risa masih menyukai
Putra, namun Risa tidak pernah berniat untuk merusak hubungan mereka berdua,
bahkan Risa membantu Putra apabila Putra mempunyai masalah dengan Syifa. Sering
Risa yang menyelesaikan masalah mereka.
Pada hari itu Risa mendengar kabar dari
teman sekelasnya yaitu Feni tentang hubungan Putra dengan Syifa. Risa kaget
mendengar bahwa ternyata Syifa berselingkuh dengan Dika saudara sepupu dari
Puta. Padahal Dika juga telah mempunya pacar yang benama Rosa yang bersahat
dengan Syifa. Setelah beberapa menit berlalu, kemudian Putra pun memasuki ruang
kelas, dan Risa segera menghampiri Putra untuk menanyakan kebenaran dari
informasi yang didapat olehnya tadi dari Feni. “Putra, apa bener gossip tentang
Syifa yang berselingkuh dengan Dika? Dika itu kan saudara kamu, kok bisa?”.
Putra hanya menjawab “Iya benar.”
hmmm Risa memahami apa yang dirasakan oleh Putra, jadi dia tidak banyak bertanya lagi kepada Putra karena dia takut akan lebih menyakiti hati Putra.
hmmm Risa memahami apa yang dirasakan oleh Putra, jadi dia tidak banyak bertanya lagi kepada Putra karena dia takut akan lebih menyakiti hati Putra.
Bel istirahat pertama berbunyi, dan Putra
beserta kawan – kawan prianya pergi ke kantin. Setelah kembali dari kantin dia
menghampiri Risa dan bercerita bahwa dia telah memutuskan hubungannya dengan
Syifa. Risa merasa ikut sedih dengan apa yang dialami oleh Putra, namun di lain
sisi Risa juga merasa senang karena Putra sudah tidak memiliki hubungan apa
special lagi dengan Syifa. Karena Risa masih menyukai Putra.
Satu tahun berlalu, semenjak kejadian yang
dialami bersama Syia, Putra tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Namun,
Risa masih tetap menyukai Putra secara diam – diam. Akhir semester 5, disekolah
diadakan classmeet dan lomba – lomba antar kelas. Berhubung kelas Risma berada
dipojok atas yang jauh dari ruang guru, jadi semua anak dikelas tersebut banyak
yang membawa HP saat classmeet. HP Risa yang lumayan cukup bagus dipinjam oleh
Rio untuk berfoto – foto bersama Putra dan Reyn. Setelah foto – foto mereka
banyak, mereka meminta foto – foto itu untuk di kirim ke HP milik Putra. Lalu
Risa mengirim foto – foto itu lewat Bluetooth. Berhubung Risa masih menyukai
Putra, jadi foto – foto yang sudah dikirim itu tetap disimpan diHP miliknya.
Setelah semester 6 dimulai, Risa memutuskan
untuk mengikuti les diluar sekolahnya. Dia les bersama – sama dengan Fandi,
Widiarma, Salsa, Rani, Amalia dan Dimas. Mereka mengikuti bimbingan belajar
pada sore hari, karena jarak rumah Risa, Fandi, Widiarma dan Salsa yang lumayan
dekat, maka mereka memutuskan untuk berangkat bersama dengan menggunakan
sepedanya masing – masing. Setelah bimbingan belajar dimulai, HP anak – anak
diminta oleh pembimbing untuk dinonaktifkan. Tetapi teman – teman Risa tidak
mentaati peraturan tersebut. Alhasil, HP Risa dipinjam oleh Fandi dan Fandi
membuka semua yang ada di HP Risa, mulai dari pesan, music, video serta foto.
Tanpa Risa sadari ternyata Fandi menemukan foto – foto Putra, dan akhirnya
mereka semua mengetahui bahwa Risa menyukai Putra, namun mereka juga tahu bahwa
Putra tidak pernah sedikitpun menyukai Risa. Semenjak saat itu, teman – teman
yang les bareng sama Risa, semua meledek Risa yang menyukai Putra. Hingga
semester 6 selesai dan akhirnya hari kelulusanpun tiba. Sampai pada hari itu,
cinta Risa buat Putra masih tetap dipendam olehnya.
Risa melanjutkan sekolah ke SMK N 1 dan
Putra melanjutkan kesekolah SMK N 2. Sekeloh ,ereka berdekatan hanya
terpisahkan oleh dinding. Namun, semenjak Risa dan Putra beda sekolah, mereka
jarang berkomunikasi satu sama lain dan jarang bertemu, tetapi didalam jauh
lubuk hati Risa, ia masih mempunyai rasa sayang kepada Putra. Hampir setiap
hari Sabtu sore Risa pergi ke laut hanya untuk berjalan – jalan dengan harapan
agar dia bisa melihat Putra yang kemunginan juga sedang bermain di laut. Terkadang
harapan itu menjadi kenyataan, walaupun Putra tidak melihat Risa, namun Risa
tetap sengang karena bisa melihat senyuman manisnya Putra dari kejauhan.
Tahun pertama di SMK telah dilalu begitu
saja, namun Risa masih tetap menyukai Putra. Hingga di awal tahun ajaran baru,
Risa dan Putra mulai berkomunikasi lagi. Hati Risa sangat senang, namun
kebahagiaan Risa tidak bertahan lama. Setelah lebaran di tahun itu, Risa
mendapat pengakuan dari Putra bahwa dia telah mempunyai pacar dan dia adalah
Yuli teman sekelas Risa di SMK dan teman sekelas Risa juga dulu di SMP. Hati
Risa hancur untuk yang kedua kalinya. Dan akhirnya Risa pun sadar bahwa dia
tidak akan pernah bisa memiliki cinta Putra. Karena Putra hanyalah mimpi indah
bagi Risa yang tidak akan mungkin menjadi kenyataan.
#Ungu – Cinta dalam Hati
Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia
Dalam hidupmu dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
Bahagia untukku bahagia untukku
Kuingin kau tahu diriku disini menanti
dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan ada untuk
selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini
saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap
saja
Komentar
Posting Komentar