Cerpen "Penyesalanku"
Penyesalanku
Desember, bulan terakhir di tahun
ini. Rani adalah seorang siswa SMA, ini tahun pertama dia mengenakan seragam
putih abu – abu. Liburan akhir semesterpun telah tiba, dan disinilah awal
perkenalannya dengan seorang cowo bernama Dani. Melalui akun facebook mereka
berkenalan satu sama lain. Dani adalah seorang siswa yang 2 tahun lebih muda
dari Rani. Tiap hari tiap saat mereka berkomunikasi, mereka menjadi semakin
akrab dan mulailah terjalin akun pertemanan.
Rani memang seorang gadis yang tertutup dari keluarganya, sebelumnya dia sempat menjalin hubungan dengan beberapa cowo tetapi dia tidak pernah menceritakannya kepada kedua orang tuanya. Hingga pada saatnya Dani memberikan harapan – harapan indah kepada Rani.
Rani memang seorang gadis yang tertutup dari keluarganya, sebelumnya dia sempat menjalin hubungan dengan beberapa cowo tetapi dia tidak pernah menceritakannya kepada kedua orang tuanya. Hingga pada saatnya Dani memberikan harapan – harapan indah kepada Rani.
Dani berkata, “Kamu
sudah punya pacar belum?”
Rani : “Belum, memangnya kenapa?”
Dani : “Belum boleh pacaran apa sama orangtua mu?”
Rani : “Gak tau tuh, soalnya kalau aku pacaran gak pernah bilang-bilang, pacaran juga Cuma disms atau di dunia maya aja, gak pernah ketemuan atau jalan bareng langsung.”
Dani : “Aku boleh gak main kerumhamu dan minta ijin ke orangtuamu.”
Rani : “ijin? Ijin apa?”
Dani : “Ijin pacaran sama anaknya.”
Rani : “Memangnya kamu berani?”
Dani : “Berani donk, kalau pacaran sama aku itu serius, aku gak mau pacaran tanpa sepengetahuan orang tua.”
Dani : “Belum boleh pacaran apa sama orangtua mu?”
Rani : “Gak tau tuh, soalnya kalau aku pacaran gak pernah bilang-bilang, pacaran juga Cuma disms atau di dunia maya aja, gak pernah ketemuan atau jalan bareng langsung.”
Dani : “Aku boleh gak main kerumhamu dan minta ijin ke orangtuamu.”
Rani : “ijin? Ijin apa?”
Dani : “Ijin pacaran sama anaknya.”
Rani : “Memangnya kamu berani?”
Dani : “Berani donk, kalau pacaran sama aku itu serius, aku gak mau pacaran tanpa sepengetahuan orang tua.”
Hati Rani senang, karena dia memang ingin berpacaran dengan
seseorang tanpa harus bersembunyi dari orangtuanya.
Hari demi hari mereka semakin dekat, hingga pada suatu hari
Dani mengajak Rani bertemu.
Dani : “ada yang ingin aku omongin ke kamu, bisa gak kita ketemuan di taman kota?”
Rani : “ada apa yah? Kayaknya serius banget nih?”
Dani : “udah kamu datang ja nanti sore jam 4, aku tunggu kamu disana”
Rani : “iya aku datang.”
Jam 4 sore Rani bergegas pergi ke taman kota, dan ternyata Dani sudah berada disana, ini kali pertamanya mereka bertemu, mereka bercakap – cakap. Rani pikir bahwa Dani akan menyatakan cinta kepadanya, namun dia salah, Dani tak mengungkapkan isi hatinya.
Dalam benak Rani, dia tidak yakin dengan Dani, Dani nampaknya seperti seorang playboy dan anak yang nakal, tetapi kata – kata manis Dani mampu melelehkan hati Rani dan akhirnya Rani jatuh cinta padanya. Rani tidak memahami apa maksud Dani. Dani memanggil Rani dengan sebutan sayang, Dani bilang dia sayang Rani tetapi Dani belum pernah menembak Rani, Rani bingung.
Dani : “ada yang ingin aku omongin ke kamu, bisa gak kita ketemuan di taman kota?”
Rani : “ada apa yah? Kayaknya serius banget nih?”
Dani : “udah kamu datang ja nanti sore jam 4, aku tunggu kamu disana”
Rani : “iya aku datang.”
Jam 4 sore Rani bergegas pergi ke taman kota, dan ternyata Dani sudah berada disana, ini kali pertamanya mereka bertemu, mereka bercakap – cakap. Rani pikir bahwa Dani akan menyatakan cinta kepadanya, namun dia salah, Dani tak mengungkapkan isi hatinya.
Dalam benak Rani, dia tidak yakin dengan Dani, Dani nampaknya seperti seorang playboy dan anak yang nakal, tetapi kata – kata manis Dani mampu melelehkan hati Rani dan akhirnya Rani jatuh cinta padanya. Rani tidak memahami apa maksud Dani. Dani memanggil Rani dengan sebutan sayang, Dani bilang dia sayang Rani tetapi Dani belum pernah menembak Rani, Rani bingung.
Rani : “Dani, sebenarnya status hubungan kita itu apa sih?”
Dani : (memegang tangan Rani) “Menurut kamu, kalau kita sudah pegangan tangan begini, duduk berdua, saling sayang, itu namanya apa?”
Rani : “pacaran? Tapi kan kamu belum pernah nembak aku, Dan?”
Dani : “Emangnya kalau orang pacaran harus gitu di tembak dulu? Yang penting kan perasaanku padamu, sayang. (sambil mencium pipi Rani).
Rani kaget dan dia malu, terlihat dari semburat merah di pipinya.
Dani : (memegang tangan Rani) “Menurut kamu, kalau kita sudah pegangan tangan begini, duduk berdua, saling sayang, itu namanya apa?”
Rani : “pacaran? Tapi kan kamu belum pernah nembak aku, Dan?”
Dani : “Emangnya kalau orang pacaran harus gitu di tembak dulu? Yang penting kan perasaanku padamu, sayang. (sambil mencium pipi Rani).
Rani kaget dan dia malu, terlihat dari semburat merah di pipinya.
Hubungan mereka terus berjalan hingga beberapa hari,
beberapa minggu, mereka sering bertemu, namun ternyata janji yang Dani bilang
bahwa dia ingin meminta ijin kepada orangtua Rani itu tidak ia tepati, Dani
tidak berani untuk pergi kerumah Rani. Rani kecewa.
Disaat kekecewaannya, ternyata tiba – tiba Dani menghilang,
Dani sudah tidak pernah menghubungi Rani lagi lewat sms maupun telepon. Rani
bingung kemana Dani menghilang, ada apa dengan Dani, dan apa yang sebenarnya
terjadi.
Rani frustasi, akhirnya dia mencari kesibukan, dia online facebook. Dan ternyata dia tau kalau sebenarnya Dani itu sedang mendekati seorang gadis, dimana gadis tersebut ialah kaka kelas Rani. Rani kecewa, dia sakit hati dan akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada gadis tersebut, namun, yang Rani dapatkan hanyalah informasi yang membuat hatinya semakin kecewa.
Rani : “Maaf k’, aku boleh tanya sesuatu? Kk itu temennya Dani? Ko sering liat Kk komen – komenan sama Dani?”
K’Riska : “iya de, udah lama dia deketin Kk, tapi sama kk dibiarin ja d, soalnya Kk tau kalau dia itu lelaki yang gak bener, dia sering nyakitin hati cewe de’, dia Cuma main – main ma cewe, ade pacarnya apa?”
Rani : “apa iya k? aku gak tau k’, makasih ya k infonya.”
Rani frustasi, akhirnya dia mencari kesibukan, dia online facebook. Dan ternyata dia tau kalau sebenarnya Dani itu sedang mendekati seorang gadis, dimana gadis tersebut ialah kaka kelas Rani. Rani kecewa, dia sakit hati dan akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada gadis tersebut, namun, yang Rani dapatkan hanyalah informasi yang membuat hatinya semakin kecewa.
Rani : “Maaf k’, aku boleh tanya sesuatu? Kk itu temennya Dani? Ko sering liat Kk komen – komenan sama Dani?”
K’Riska : “iya de, udah lama dia deketin Kk, tapi sama kk dibiarin ja d, soalnya Kk tau kalau dia itu lelaki yang gak bener, dia sering nyakitin hati cewe de’, dia Cuma main – main ma cewe, ade pacarnya apa?”
Rani : “apa iya k? aku gak tau k’, makasih ya k infonya.”
Rani semakin bingung. Rani menghubungi Dani lewat pesan di
facebook
Rani : “Jeyek syg, km kmn ja? Ko gak pernah sms?”
Dani : “maaf kamu tau kan aku ini udah kelas 3, aku ini bentar lagi mau ujian, aku mau focus ujian dulu.”
Rani : “kamu gak syang lagi ma aku?”
Dani : “aku sayang kamu, tapi aku mau ujian, jadi tolong kamu jangan ganggu aku lagi”
Rani : “aku itu sayang kamu, tapi kalau itu mau kamu, ya udah aku turutin, semoga kamu sukses ya. :’( “
Rani menangis, dia sakit hati. Putuz cinta itu sakit. Selang beberapa hari dia mulai bisa bangkit, dia buka facebooknya dan ternyata dia melihat kabar berita bahwa Dani berpacaran dengan gadis lain. Rani menangis lagi, Rani menyesal telah mengenal Dani.
Rani : “Jeyek syg, km kmn ja? Ko gak pernah sms?”
Dani : “maaf kamu tau kan aku ini udah kelas 3, aku ini bentar lagi mau ujian, aku mau focus ujian dulu.”
Rani : “kamu gak syang lagi ma aku?”
Dani : “aku sayang kamu, tapi aku mau ujian, jadi tolong kamu jangan ganggu aku lagi”
Rani : “aku itu sayang kamu, tapi kalau itu mau kamu, ya udah aku turutin, semoga kamu sukses ya. :’( “
Rani menangis, dia sakit hati. Putuz cinta itu sakit. Selang beberapa hari dia mulai bisa bangkit, dia buka facebooknya dan ternyata dia melihat kabar berita bahwa Dani berpacaran dengan gadis lain. Rani menangis lagi, Rani menyesal telah mengenal Dani.
Vagetoz – Penyesalan
Kau telah tancapkan luka di hatikuMembekas perih masih terasa
Ku coba meredam semua yang terjadi
Namun tetap saja ku tak bisa
Reff:
Mungkin terlalu dalam sakit yang kini kurasa
Ku menyesal t’lah mencintamu
S’mua ini bukanlah yang kuharapkan
Kau berikan cinta sesaat untukku
Ternyata ku salah menilai dirimu
Memang kau tak pantas menjadi milikku
Setelah ku tau siapa dirimu
Semakin besar kebencianku wooo….
Musnah sudah harapan ku bersabar
Tibalah akhir sebuah cerita woo…
#maaf,, apabila ada persamaan kejadian, peristiwa, tokoh,,
ini hny fiktif belaka
maaf amburadul jg
maaf amburadul jg
Komentar
Posting Komentar