cerpen "SETELAH KAU TIADA"



SETELAH KAU TIADA
Sinar mentari mulai menerangi kaca jendela rumah Naya. “Bangun Nay, sudah siang begini belum bangun juga, kamu kan harus sekolah”, teriak ibu membangunkan Naya. Naya bangun, jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB, Naya melihat HP miliknya, ternyata ada pesan masuk dari teman sekelasnya Ryan namanya.
Pagi Naya, pagi ini kita berangkat bareng ya, aku jemput kamu jam 06.30 WIB.
From : Ryan
Tepat jam 06.30 WIB Ryan sudah berada di depan rumah Naya, beberapa saat kemudian Naya keluar dari rumhanya. “Mah, Naya berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum”, teriak Naya. Mamah Naya hanya menjawab “Ya sayang, hati-hati di jalan ya, Wa’alaikum salam”.
Sesampainya di SMA Negeri 3 Cilacap, Ryan pun memarkirkan motornya dan kemudia berjalan bersama dengan Naya untuk menuju ke kelas mereka. Banyak teman yang memandang kearah mereka, mungkin mereka berpikir kalau Ryan dan Naya Adela sepasang kekasih, namun itu salah, mereka berdua hanyalah berteman. Namun, sesungguhnya Ryan menyimpan rasa sayang yang lebih untuk Naya, bukan hanya sekedar sebagai teman, sahabat, namun sebagai seorang kekasih. Ryan tidak pernah menyatakan perasaannya itu kepada Naya, karena dia belum berani, dia takut akan menghancurkan persahabatannya mereka.
Tiap hari, tiap waktu, tiap saat, Ryan selalu memberikan perhatian lebih kepada Naya, namun Naya tidak pernah menyadari akan hal tersebut.ryan selalu berusaha ada disaat Naya membutuhkan seorang teman, Ryan selalu ada untuk menghibur Naya saat Naya bersedih. Semua teman dikelas mereka sudah mengetahaui bahwa Ryan menyukai Naya, namun hanya Naya yang tidak menyadarinya.
Siang itu, Naya bercerita kepada Ryan bahwa ia sedang menyukai seseorang yang bernama Arif. Arif adalah sahabat Ryan. Mendengar hal tersebut tentunya hati Ryan sangatlah hancur, seseorang yang sangat dicintainya dari dulu, sekarang dia menyukai sahabat dekatnya sendiri. Hati Ryan hancur berkeping-keping, seperti tertusuk jutaan pisau tajam, hancur lebur. Sepulang sekolah, ternyata Arif sudah siap untuk mengantarkan Naya pulang. Melihat hal itu, Ryan sangat kecewa, dia mengambil motornya dan langsung pergi dari tempat parkir itu. Tanpa sadar, keluarlah air mata dari mata Ryan membasahi pipinya. Dia terlalu mencintai Naya.
Sementara itu, Naya bersenang-senang dengan Arif. namun, Naya mulai menyadari bahwa beberapa hari ini hubungannya dengan Ryan semakin merenggang, mereka sudah tidak saling berbagi cerita, berangkat bersama, pulang bareng dan bercanda ria, karena Naya terlalu sibuk dengan kedekatannya dengan Arif. Naya semakin merasa sesak dalam dadanya. Saat Naya mencoba untuk menghubungi Ryan kembali ternyata nomer HP Ryan telah ganti, Naya mencoba menelepon kerumahnya, namun tak pernah ada jawaban. Sampai pada suatu pagi, Bu Ani selaku wali kelas Naya, memberitahukan bahwa Ryan pindah sekolah. Ryan dan keluarganya pindah ke Bandung.
Dada Naya sesak, Naya merasakan ada sesuatu yang hilang didalam dirinya. Dia baru menyadari bahwa dia mencintai Ryan bukan Arif. Naya tak tau harus bagaimana lagi, Naya menyesal karena dia tidak pernah menyadari akan hadirnya cinta dari Ryan. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia telah kehilangan seseorang yang sangat berarti. Dia menyesal, dan dia hanya bisa berharap bahwa Ryan akan kembali lagi padanya.

Tak sempat ku mengerti
Kau tunjukkan arah saat ku tersesat
Beri cahaya saat ku sendiri dalam lelah
Namun waktu tak pernah rela menunggu
Hingga akhirnya kaupun pergi
            Terlambat sudah kusadari kau teramat berarti
Terlambat tuk kembali dan tuk mananti
Kesempatan kedua yang takkan mungkin pernah ada
Baru ku teringat kau hembuskan angina saat ku bernafas
Siramkan air saat aku dalam kekeringan
Namun tak pernah ku hiraukan semuanya
Hingga kini kau tiada
Terlambat sudah kusadari kau teramat berarti
Terlambat tuk kembali dan tuk mananti
Kesempatan kedua yang takkan mungkin pernah ada
Biarkan kuhidup dalam penyesalan ini
Sampai nanti kau kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKUNTANSI UNTUK PIUTANG

FIRASATKU